Selasa, 22 Februari 2011

PHI


Angka merupakan lambang yang dulu digunakan sebagai bahasa untuk berkomunikasi. Setiap angka memiliki ciri khas dan keunikan masing-masing.

Pendapatku mengenai angka PHI atau bisa disebut fi adalah unik, keunikan dalam penempatan angka dan apresiasinya dalam banyak hal di dalam kehidupan kita. Mulai dari tubuh kita sendiri, hewan dan tumbuhan disekitar kita, hingga tanda-tanda alam lainnya. Angka 1,618 ini didapatkan dari deret angka Fibonacci, sebuah deret angka yang terkenal bukan hanya karena jumlah dari angka yang berdekatan sama dengan angka setelahnya, tetapi juga krena hasil bagi dari angka yang berdekatan memiliki sifat yang menakjubkan yaitu mendekati angka 1,618.
Entah itu semua benar atau tidak jangan sepenuhnya dipercaya. Tapi untuk sekedar pengetahuan saja. Angka 1,618 disebut juga proporsi agung karena banyak hal antara lain :
  • jumlah lebah betina selalu lebih banyak dari lebah jantan dan kalau kita membagi jumlah lebah betina dengan jumlah lebah jantan di setiap sarang maka kita akan mendapatkan angka 1,618.
  • Rasio tiap diameter spiral ke spiral berikutnya pada kerang laut spiral juga menunjukkan angka 1,618.
  • Bunga cemara berspiral, susunan daun pada tumpukan tumbuhan, segmentasi serangga, semuanya memperlihatkan kepatuhan yang mengagumkan pada angka 1,618.
  • Ukur jarak dari bahu ke ujung jari kita lalu bagi dengan jarak dari siku ke ujung jari. Kita dapat 1,618.
  • Paha ke lantai dibagi dengan lutut ke lantai. 1,618.
  • Ruas jari, jemari kaki, divisi tulang belakang, semua mengarah ke 1,618.
  • Ternyata dibangunnya Ka’bah oleh Nabi Ibrohim AS bersama putranya Nabi Ismail AS adalah titik sentral alam semesta. Jadi bukan asal di bangun dan bukan asal berdiri. Uniknya lagi jarak dari ka’bah ke kutub utara dan jarak ka’bah ke kutub selatan, dimana jarak terpanjang di bagi dengan jarak terpendek hasilnya 1,618.
  • Begitu juga jarak dari Ka’bah ke barat dan jarak ka’bah ke timur dimana sisi panjang di bagi sisi pendeknya, juga ketemu angka 1,618.
Yakin tidak yakin inilah beberapa teori yang saya temukan melalui membaca buku kan reverensi lainnya… jika ada kesalahan mohon maaf yah.

Kamis, 17 Februari 2011

menatap mata


Kata orang jika ngomong sama orang lain itu harus ngeliahat matanya biar lebih terlihat menghargai. Tapi belum tentu semua orang mau dan paham artinya menatap mata saat berbicara. Beberapa orang yang tidak tahu malah sering menganggap itu menantang atau mau ngajak berkelahi. Hehehe… memang susah jadi manusia.

Begitu juga dengan cewek. Kata bang igor saikoji bila tidak ingin jomblo salah satu caranya kalau ngomong sama cewek tatap matanya jangan tatap yang lain dan denger kata-katanya. Satu hal yang membuat aku tidak bisa melihat mata seorang wanita saat ngobrol dengannya adalah aku terlalu takut kalau suatu saat aku jadi suka padanya. Tapi anehnya saat aku ngomong sama cewek yang kusuka aku juga merasa seperti itu. Merasa takut menyukainya lebih dari ini dan menimbulkan obsesi terhadapnya. Sekali lagi, memang susah jadi manusia…

Follow @hanafi_yahut