Sabtu, 27 April 2013

BBL Jurnal #2


Suasana di Kereta Pemberangkatan Awal
Melanjutkan perjalanan. Perjalanan berjalan lancar, walaupun agak telat karena sempat berhenti agak lama ganti kontainer di Jebres sampailah di stasiun Probolinggo Jawa Timur pada waktu magrib. Pengalaman di kereta merupakan pengalaman yang mengasikkan.
Selama perjalanan bertemu dengan berbegai orang dengan tujuan yang berbeda-beda. Kegiatan selama dikereta, kita sempat ngobrol dengan mas Dian (UGM Kehutanan 2009) yang mau kegiatan lapangan, mas Nursit dan geng nya yang mau ke bromo juga, maen poker bareng dan berhenti di setiap stasiun sekedar mengisi kekosongan. Yang asik lagi waktu itu adalah ngelihat petugas di kereta yang lagi menginspeksi pedagang. Waktu terasa singkat, akhirnya sampai juga di destinasi pertama. Tanpa menunggu waktu terbuang kita segera solat dan bersiap menuju TKP (rumah teman kita dinda).Dari stasiun menuju rumah Dinda dijemput mobil (bapaknya) dan beberapa naik becak. Kita diijinkan menginap di rumahnya, makan dan melakukan aktivitas selama berada disana. Memang baik banget keluarga teman kita ini. Hehe.. Makasih yo din.
Seruni Point Penanjakan Bawah
Perjalanan menuju Bromo. Sebelum ke bromo kita harus tidur dulu karena perjalanan kita mulai pagi hari jam 1 (memang begitulah paketnya). Jam 1 kita bangun. Jam 2 berangkat ke bromo naik mobil travel. Perjalanan malam yang menyenangkan (tidur dijalan, tidak tahu apa-apa). Jam 3 sampai di tempat transit travel. Perjalanan selanjutnya adalah naik jeep (pengalaman pertama naik jeep maann). Sekitar stengah jam berlalu jeep yang dinanti akhirnya datang juga, dan kita segera berangkat menuju puncak seruni. Karena travel yang kita pakai ini adalah langganan kakaknya dinda (sebut saja mbak Novita), jadi semuanya sudah diatur rapi oleh dinda selaku adiknya. Baik banget yo.. Tapi tetep bayar. Biaya perorang untuk perjalanan ini sebesar Rp 100.000,00. Perjalanan menuju penanjakan. Sampai di penanjakan sekitar jam 5 pagi. Suasana hujan dan berkabut, tanahnya juga licin, sehingga sulit untuk dapat melaluinya. Bahkan sampai di puncak seruni bawah kabut semakin tebal dan beberapa ada yang terpeleset dan jatuh. Suasana di sana ramai pengunjung (mungkin sedang musim liburan, terutama untuk mahasiswa setingkat). Jam 6 saatnya turun, kabut juga mulai turun. Sambil kita turun perlahan karena masih licin tidak lupa mengambil foto kenang2an.
#Tips: hati-hati ranjau darat (eex kuda)

Perjalanan dilanjutkan jam 6.10 dengan jeep melewati lautan pasir. Sampai di Bromo skitar jam 6.30 (sedikit telat dari jadwal karena keasikan foto-foto).
#tips: kalau ditarik pembayaran masuk obyek bilang saja sudah, karena memang sudah sepaket seharga Rp 100.000,00 dengan travelnya. Nego sebisa mungkin. Hati-hati penipuan.

Pemandangan yang menawan, tapi sayang sekali karena kurang beruntung kabut tebal turun lagi dan akhirnya tidak jadi menuju puncak Bromo. Walau rasa kecewa ada karena tidak bisa sampai puncak, hati tetap senang karena masih bisa main angin dan foto-foto. Waktu menunjukkan pukul 9 dan saatnya pulang (paketnya Cuma sampai jam 9).
#tips: kalau mau ke bromo lagi saat bulan Agustus saat tidak hujan.

Suasana Bromo Pagi Hari
Sisa hari dugunakan untuk main dan karena sore harinya hujam maka Cuma bisa keluar saat malam. Jam 8 malam keluar jajan dan sekitar jam 10 kita kedatangan tamu istimewa, teman kita lainnya Ira (yang nantinya akan menjadi guide di perjalanan Bali). Hari itu Ira ulang tahun, selamat yaaa.. Selamat istirahat juga untuk hari ini.
Follow @hanafi_yahut